
Lokasi dari Pura Gunung Kawi di Desa Tampaksiring Gianyar, sekitar 34 kilometer dari kota Denpasar. Dalam prasasti Tengkulak A tahun 945 saka yang dikeluarkan oleh Raja Marakata, kompleks peninggalan purbakala yang terletak disungai Pakerisan tersebut bernama Katyagan Amarawati. Sungai Pakerisan juga dinamakan Jalu, berdasarkan prasasti yang terpahat pada pintu candi yang paling besar yang berbunyi “Haji Lumahing Jalu”. Nama Gunung Kawi adalah nama yang diberikan kemudian yang menunjukkan bahwa kompleks percandian sebab candi merupakan symbol dari gunung.
Di Bali terdapat tiga buah pura yang juga bernama Gunung Kawi yaitu : Gunung Kawi di Desa Sebatu, Pura Gunung Kawi di Desa Keliki, Pura Gunung Kawi di Desa Babitra. Kompleks peninggalan purbakala Gunung Kawi mulai didirikan pada abad ke 10 masehi, dimana pendiriannya dimulai pada jaman Udayana sekitar tahun 989 Masehi. Pada masa pemerintahan Marakata sekitar tahun 1023 masehi peninggalan itu bernama “Katyagan Amarawati” kemudian pembangunnannya dilanjutkan pada pemerintahan Anak Wungsu yang diperkirakan memerintah anatara tahun 1049 – 1077 Masehi.


0 komentar:
Posting Komentar