
Pura Kehen terletak di kaki bagian selatan Bukit Bangli, di lingkungan Pakuwon daerah pemukiman penduduk yang merupakan wilayah kota Bangli, sekitar 45 kilometer dari kota Denpasar. Didepan Pura Kehen terdapat pura penyimpanan 3 buah prasasti yang isinya berkaitan dengan keberadaan Pura Kehen. Menurut DR R. Goris ketiga prasasti tersebut adalah Prasasti Pura Kehen A prasti type YUMU PAKATAHU dari abad ke-9, Prasasti Pura Kehen B tahun Saka 971 yang dikeluarkan oleh Anak Wungsu dan Prasasti Tahun Saka 1126 yang dikeluarkan oleh Raja Sri Adi Kuntiketana.
Pada abad k eke-9, berdasarkan Prasasti Pura Kehen A, Pura Kehen disebut dengan nama “Hyang Api” pada masa berikutnya yaitu pada abad ke-13 berdasarkan Prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Sri Adi kuntiketana nama Pura Kehen adalah “Hyang Kehen” Hyang Api dan Hyang Kehen memiliki pengertian yang identik karena kata “Kehen” berasal dari kata “Keren” yaitu tempat api yang disebut “Anglo” atau tempat api untuk bersaji “Tempat api homa”. Kata Keren tersebut yang berubah menjadi Kehen, sehingga Hyang Kehen sama pengertiaanya dengan apa yang disebut pura Kehen.
Fungsi Pura Kehen berdasarkan data prasasti dan data yang lainnya tersirat bahwa Pura kehen merupakansalah satu Pura Keraajaan yang diayomi oleh raja, sedangkan pelaksanaan upacara serta pembinaannyadiserahkan kepada desa pakraman stempat. Struktur halaman pura Kehen ditata berteras, menunjukkanadanya tradisi megalitik yang melanjut sebagai symbol dari keberadaan potensi gunung sebabagi salahsatu sumber kesuburan.


0 komentar:
Posting Komentar