meta content='good frice for your stay in private villa and hotel in bali' name='description'/> Pura Goa Gajah | pura

Rabu, 14 September 2011

Pura Goa Gajah

Goa GajahGoa Gajah lokasinya berada disebelah barat Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh Gianyar, sekitar 27 kilometer dari Kota Denpasar.  Goa ini dibangun ditepi jurang dari pertemuan sebuah sungai kecil yaitu sungai Pangkung yang airnya bercampur dengan sungai Petanu yang mengalir dibawahnya.  Daerah pertemuan dua sungai ini yang dinamakan “Campuhan/campuran” dipandang memiliki tenaga magis atas dasar konsep yang dikenal dengan “Rwabhineda”.  Atas dasar konsep inilah tampaknya Goa Gajah sengaja dibangun diantara dua sungai.

Kata Goa Gajah diduga berasal dari kata “Lwa Gajah” nama vihara atau pertapaan bagi bhiksu dalam agama Budha. Nama tersebut terdapat dalam Lontar Negarakertagama yang disusun Mpu Prapanca pada tahun 1365 masehi.  Lwa atau Iwah berarti sungai. Oleh karena itu yang dimaksudkan disini adalah pertapaan yang terletak di sungai Gajah atau di air gajah. Hal itu memberi tanda bahwa pertapaan “Lwa Gajah” terletak di subak Air Gajah. Dalam Prasastitahun saka 1103 yang dikeluarkan Raja Jaya Pangus disebutkan bahwa “Air Gajah” adalah pertapaan bagi pendeta Siwa. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pertapaan yang sekarang bernama Goa Gajah pada masa lampau bernama:
  1. Air Gajah yaitu pertapaan bagi pendeta Siwa
  2. Lwa Gajah yaitu pertapaan bagi Bhiksu atau pendeta Bhuda.
Selain nama Air gajah dan Lwa Gajah, juga disebutkan nama pertapaan “Antakunjarapada” yaitu dalam prasati Dawan 975 Saka dan Pandak Bandung yahun Saka 993. Ditinjau dari arti katanya maka “Kunjara” berarti gajah, “anta” berarti akhir atau batas, pada berarti tempat atau wilayah.  Jika dipadukan kata ini berarti “Perbatasan wilayah Gajah” maksudnya barangkali adalah pertapaan yang terletak pada perbatasan wilayah subak “Air Gajah”. Struktur dan relief Goa Gajah dapat dijelaskan sebagai berikut : Goa Gajah dengan Strukktur berbentuk huruf “T” yang terdiri dari Bagian luar berupa lorong berbentuk vertical, terbagi menjadi 2 bagian, dimana pada tiap-tiap bagian memiliki 2 ceruk.  Bagian dalam ruangan utama utama memiliki 11 buah ceruk berbentuk horizontal.  

Pada ujung barat terdapat arca dewa Ganesa, sedangkan diujung timur terletak 3 buah lingga pada sebuah lapik dan masing-masing lingga dikelilingi lingga kecil. Goa Gajah merupakan bentuk tiruan dari pertapaan kunjarakunja yang ada di daerah India selatan, di daerah pegunungan kunjara tempat pertapaan Rsi Agastya maka relief yang dipahatkan adalah pahatan-pahatan alam pegunungan.  Pada mulut Goa yaitu pada bagian dinding sebelah kiri atau timur terdapat tulisan singgkat “hurup type Kediri atau Kediri Kwadrat” dari awal abad ke 11.  Kala tersebut fungsinya adalah indentik dengan Bhoma yang terdapat pada gapura dari sebuah pura, yaitu menjaga kesucian pertapaan dan memberikan perlindungan.

Beberapa meter dari mulut goa yaitu pada bagian tengah halam goa terdapat kolam pertirtaan yaitu tempat mengambil tirta atau air suci untuk keperluan upacara.  Kolam itu ditemukan oleh Krijgsman dari dinas purbakala pada tahun 1954.  Kolam tersebut dilengkapi arca pancuran widyadara widyadari yang diatur berjajar dalam 2 kelompok tiga tiga sejumlah 6 arca.

0 komentar:

Posting Komentar