Brahmavihara Arama dikalangan masyarakat lebih dikenal dengan nama Vihara Buddha Banjar, yang merupakan Vihara Buddha yang terbesar di Bali. Lokasi Vihara ini terletak dikawasan perbukitan di Bajar Tegeha, Desa Banjar kecamatan Banjar yang berjarak sekitar 22 km sebelah barat Kota Singaraja. Vihara ini menawarkan suasana yang tenang dan damai sebagai tempat kawasan spiritual karena lokasinya dipegunungan. Untuk mencapai kawasan ini dapat dilakukan dengan kendaraan bermotor. Sejarah berdirinya Brahmavihara Arama atau Vihara Buddha Banjar dibangun sekitar tahun 1960 dan selesai pada tahun 1970. Diareal seluas kurang lebih satu hektar dibangun pula miniature Borobudur. Secara garis besar Brahmavihara Arama terdiri dari lima kompleks bangunan.Sejarah berdirinya Brahmavihara Arama atau Vihara Buddha Banjar dibangun sekitar tahun 1960 dan selesai pada tahun 1970. Diareal seluas kurang lebih satu hektar dibangun pula miniature Borobudur. Secara garis besar Brahmavihara Arama terdiri dari lima kompleks bangunan yaitu;
1. Upasatha Gara ; berlokasi di puncak bukit sebelah barat, merupakan sebuah ruangan yang nyaman dan tenang. Pada dinding ruangan bangunan ini dipahatkan relief kelahiran Sang Buddha, dan di tengah-tengahnya terdapat arca Sang Buddha dalam keadaan mencapai Sama Sang Buddha (Nirwana). Dalam kegiatan keagamaan dan spiritual , ruangan ini berfungsi untuk penstabilan para bhiksu smaanera (calon Bhiksu), yang merupakan tahap awal untuk mengikuti latihan berikutnya. Di ruangan ini juga para bhiku mengucapkan sumpah dan janji.
2. Dhamasala. Berlokasi di kawasan bagian timur. Ruangan dhamasala ini merupakan sejenis ruangan kuliah. Ruangan ini juga merupakan tempat untuk melakukan kebaktian memberikan kotbah. Ruangan ini juga dimanfaatkan sebagai tempat untuk melakukan aktivitas spiritual.
3. Stupa, merupakan tempat bangunan yang bentuknya menyerupai lonceng raksasa, yang berlokasi disudut barat laut, yang sisinya terbuat dari beton, dipahatkan pada relief-relief yang keindahannya mengagumkan. Di dalam stupa ini tersimpan benda-benda sacral milik sang Buddha, antara lain relic sosok benda yang berkilauan dan tahan api.
4. Pohon bodi, disudut barat daya bangunan ada pohon bodi yang besar, yang disekitarnya dihias dengan relief. Tempat ini merupakan symbol kemengan sang Buddha pada waktu mencapai Sammia Sang Buddha (kesempurnaan abadi). D tempat ini para pengunjung Vihara melakukan meditasi , terutama pada waktu Hari Suci Asada dan Hari suci Waicak.
5. Kuti, di komplek Vihara terdapat beberapa ruangan yang disebut Kuti. Ruangan-ruangan Kuti ini merupakan tempat tinggal para Bhiku maupun para siswa yang sedang menuntut ilmu dan dipakai sebagai tempat latihan para Bhiku
Kalau kita keliling di sudut-sudut ruangan dan taman, kita dapat menemukan banyak arca Buddha. Di antaranya ada dua arca Buddha yang sangat menarik , yakni Arca Parinirwana dan arca Buddha sebagai Sang Buddha. Kedua arca Buddha ini terbuat dari perunggu yang berlapis emas yang merupakan sumbangan dari Thailand dan Sri Langka pada tahun 1977. Arca-arca ini ditempatkan diruangan yang berbeda-beda. Arca Budda Parinirwana memvisualisasikan Sang Buddha dalam keadaan meditasi, mengosongkan raganya, sedangkan arca Buddhasebagai Sang Buddha, memvisualisasikan Sang Buddha sedang mencapai sama, atau nirwana, yang dalam istilah agama Hindhu disebutkan sedang mencapai moksha (keabadian).


0 komentar:
Posting Komentar